Salah satu pesan yang disampaikan adalah bahwa kehadiran seseorang hendaknya mampu memberikan “rasa” dan nilai bagi lingkungan tempatnya berada. Melalui analogi gincu, garam, dan susu, beliau mengajak setiap individu untuk tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi mampu beradaptasi sekaligus memberikan warna dan manfaat nyata.
Beliau juga menekankan bahwa mulia atau tidaknya suatu pekerjaan bukan ditentukan oleh jenis pekerjaannya, melainkan bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan. Mutu madrasah pun tidak hanya dilihat dari gedung maupun jumlah peserta didik, tetapi dari proses belajar, budaya kerja, dan perubahan positif yang dibangun di dalamnya.

Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh unsur madrasah untuk mendukung Kepala Madrasah melalui kinerja yang baik, kerja sama, dan tanggung jawab bersama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan sosialisasi informasi terbaru oleh Bapak Jumardin Nasir, S.Si., Operator EMIS Bidang Pendis Kanwil Kemenag Provinsi NTT.

