MIN 1 Ende (Humas) --- MIN 1 Ende menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) darurat untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan setelah sejumlah fasilitas madrasah terdampak gempa bumi Flores. Sejak Senin (31/8/2026), pembelajaran dialihkan ke area terbuka dan tenda sementara karena sebagian bangunan madrasah belum aman digunakan.
Kerusakan terlihat pada bangunan lantai dua bagian timur serta mushola MIN 1 Ende. Sejumlah bagian bangunan mengalami retakan dan kerusakan sehingga pihak madrasah menghentikan sementara aktivitas pembelajaran di lantai atas sebagai langkah pencegahan terhadap risiko keselamatan, terutama di tengah masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan.
Kepala MIN 1 Ende, Intan Surulah Sutoro, mengatakan keselamatan murid, guru, dan seluruh warga madrasah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran pascagempa. Karena itu, madrasah memilih tetap memberikan layanan pendidikan dengan memanfaatkan halaman dan tenda sementara hingga kondisi bangunan dinyatakan aman.
“Pembelajaran harus tetap berjalan, tetapi keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas. Karena itu untuk sementara kegiatan belajar kami pindahkan ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.
Selain menata pembelajaran darurat, MIN 1 Ende telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan pihak terkait untuk mendorong asesmen teknis terhadap bangunan terdampak. Hasil asesmen tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan maupun penanganan fasilitas madrasah agar kegiatan pembelajaran dapat kembali dilaksanakan secara normal.
Koordinator Kesiswaan MIN 1 Ende, Iksan Yahya, bersama guru dan pegawai mengatur pembagian ruang belajar serta menyiapkan media pembelajaran sederhana yang dapat digunakan di area terbuka. Pada masa awal pembelajaran pascagempa, guru juga memberikan penguatan dan pendampingan kepada murid agar mereka dapat kembali mengikuti proses belajar secara nyaman.
Melalui KBM darurat tersebut, MIN 1 Ende berupaya memastikan dampak kerusakan fasilitas tidak menghentikan hak murid memperoleh pendidikan. Sambil menunggu penanganan bangunan, madrasah tetap menjalankan layanan pembelajaran dengan menempatkan keamanan dan kebutuhan murid sebagai prioritas.

