
Ende – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti acara Temu Pisah Komunitas Madrasah Kabupaten Ende yang digelar pada 13 Juni 2026 sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Ibu Dra. H. M. Hadisyafani Mapawa, yang memasuki masa purnabakti setelah bertahun-tahun mengabdi di dunia pendidikan dan pelayanan keagamaan.
Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan tersebut dihadiri oleh para kepala madrasah, guru, pengawas, dan keluarga besar madrasah se-Kabupaten Ende. Turut hadir pula sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama, di antaranya Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur, Hasan Manuk, S.Pd., M.Pd., serta para tamu undangan lainnya.
Acara temu pisah ini menjadi momen untuk mengenang perjalanan pengabdian Ibu Dra. H. M. Hadisyafani Mapawa yang selama ini dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan pendidikan madrasah di Kabupaten Ende. Berbagai program pembinaan dan penguatan mutu pendidikan yang dijalankan di bawah koordinasinya telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan madrasah di daerah tersebut.
Dalam suasana yang penuh keakraban, para perwakilan komunitas madrasah menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas keteladanan, perhatian, serta komitmen beliau dalam mendampingi dan membina satuan pendidikan madrasah. Pengabdian yang telah diberikan diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh insan pendidikan untuk terus berkarya dan melayani dengan sepenuh hati.
Dalam kesempatan tersebut, PLT Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kanwil Kemenag NTT, Hasan Manuk, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dedikasi Ibu Dra. H. M. Hadisyafani Mapawa dalam membangun dan membina madrasah di Kabupaten Ende. Menurutnya, madrasah di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Ende, merupakan “embrio cahaya pendidikan” yang memiliki potensi dan kekuatan luar biasa untuk melahirkan generasi berkarakter dan berprestasi. Karena itu, ia mengajak seluruh insan madrasah untuk tidak pernah merasa kecil menjadi bagian dari madrasah, melainkan terus membangun kebersamaan, saling menguatkan, dan bekerja dengan penuh keikhlasan demi kemajuan pendidikan.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan hanyalah amanah dan setiap masa memiliki orang-orang terbaiknya. Yang terpenting, menurutnya, adalah meninggalkan jejak kebaikan dan pengabdian yang akan terus dikenang, karena pada akhirnya bukan sekadar jabatan yang diingat, melainkan ketulusan dalam melayani dan membangun dunia pendidikan.
Momen temu pisah tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun ke-58 Ibu Dra. H. M. Hadisyafani Mapawa. Di tengah suasana haru perpisahan, keluarga besar madrasah se-Kabupaten Ende turut memberikan kejutan sederhana sebagai bentuk ungkapan kasih sayang dan penghargaan atas dedikasi beliau selama mengabdi di dunia pendidikan.
Dalam sambutannya, Ibu Hadisyafani menyampaikan rasa syukur atas segala perjalanan yang telah dilalui. Beliau mengungkapkan bahwa bertambahnya usia dan berakhirnya masa pengabdian bukanlah akhir dari silaturahmi, melainkan awal dari babak baru untuk terus menebar manfaat di tengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar madrasah yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdiannya.Beliau menuturkan bahwa setiap capaian dan kemajuan madrasah di Kabupaten Ende tidak lahir dari usaha satu orang, melainkan hasil dari kebersamaan, saling mendukung, dan kolaborasi seluruh insan madrasah. Karena itu, ia berpesan agar semangat persaudaraan dan kekeluargaan yang telah terbangun selama ini terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus.
Menutup pesannya, Ia mengingatkan bahwa setiap pertemuan pasti akan diakhiri dengan perpisahan, namun jejak pengabdian dan silaturahmi tidak akan pernah terputus. Ia berharap seluruh keluarga besar madrasah terus melangkah bersama, bekerja dengan hati, dan meninggalkan warisan kebaikan yang akan selalu dikenang. Baginya, kebahagiaan terbesar seorang pendidik bukanlah jabatan yang disandang, melainkan melihat madrasah terus maju dan anak-anak didik tumbuh menjadi generasi yang berakhlak dan bermanfaat bagi sesama.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara jajaran Kementerian Agama dan komunitas madrasah di Kabupaten Ende. Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dan ungkapan doa serta harapan agar Ibu Dra. H. M. Hadisyafani Mapawa senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani masa purnabakti. Meski telah menyelesaikan tugas kedinasan, dedikasi dan pengabdiannya akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan dan kemajuan pendidikan madrasah di Kabupaten Ende.

Tim Humas MIN 1 Ende

Beri Komentar